Rabu, 19 Mei 2010

PENGELASAN PADA BEBERAPA JENIS LOGAM
1. Pengelasan Baja Tahan Karat (Stainless Steel)
a. Klasifikasi Baja Tahan Karat
Baja tahan karat termasuk dalam baja paduan tinggi yang tahan terhadap korosi, suhu tinggi dan suhu rendah. Disamping itu juga mempunyai ketangguhan dan sifat mampu potong yang cukup. Karena sifatnya, maka baja ini banyak digunakan dalam reaktor atom, turbin, mesin jet, pesawat terbang, alat rumah tangga dan lain-lainnya. Secara garis besar baja tahan karat dapat dikelompokkan dalam tiga jenis, yaitu, jenis ferit, jenis austenik, jenis martensit. Sifat baja tahan karat Baja tahan karat mempunyai sifat yang berbeda baik dengan baja karbon maupun dengan baja paduan rendah yang mana sangat mempengaruhi sifat sifat mampu lasnya. Dari sifat fisiknya yang menunjukkan bahwa koeffisien muainya kira-kira 1,5 kali baja lunak, maka dalam pengelasan baja tahan karat akan terjadi perubahan bentuk yang lebih besar.
b. Pengelasan Pada Baja Tahan Karat (Stainless Steel).
Pengelasan dengan elektrode terbungkus, las MIG dan las TIG adalah cara yang banyak digunakan dalam pengelasan baja tahan karat pada waktu ini. Disamping itu kadang-kadang digunakan juga las busur redam, las sinar elektron dan las resistensi listrik. Karena baja tahan karat adalah baja paduan tinggi, maka jelas bahwa kualitas sambungan lasnya sangat dipengaruhi dan menjadi getas oleh panas dan atmosfer pengelasan.
• Sifat mampu las baja tahan karat: 1.Baja tahan karat jenis Martensit Baja ini dalam siklus pemanasan dan pendinginan selama proses pengelasan akan membentuk martensit yang keras dan eddc3getas sehingga sifat mampu lasnya kurang baik. 2. Baja tahan karat jenis ferit Baja tahan karat jenis ferit sangat sukar mengeras, tetapi butirnya mudah menjadi kasar yang menyebabkan ketangguhan dan keuletannya menurun. Penggetasan biasanya terjadi pada pendinginan lambat dari 600°C ke 400°C. 3. Baja tahan karat Austenit Baja tahan karat jenis ini mempunyai sifat mampu lasa yang lebih baik bila dibandingkan dengan kedua jenis yang lainnya. Tetapi walaupun demikian pada pendinginan lambat dari 680°C ke 480°C akan terbentuk karbit khrom yang mengendap diantara butir,
2. Pengelasan Aluminium Dan Paduan Aluminium
a. Klasifikasi Aluminium dan Paduannya Serta Sifatnya Dalam Pengelasa n
Aluminium dan paduan aluminium termasuk logam ringan yang mempunyai kekuatan tinggi, tahan terhadap karat dan merupakan konduktor listrik yang cukup baik. Logam ini dipakai secara luas dalam bidang kimia, listrik, bangunan, transportasi, dan alat-alat penyimpanan. Paduan aluminium dapat diklasifikasikan dalam tiga cara, yaitu: berdasarkan pembuatan, dengan klasifikasi paduan cor dan paduan tempa, berdasarkan perlakuan padan dengan klasifikasi, dapat dan tidak dapat diperlaku-panaskan dan cara ketiga yang berdasarkan unsur-unsur paduan. Paduan yang dapat dan tidak dapat diperlaku-panaskan : Paduan yang dapat diperlaku-panaskan adalah paduan dimana kekuatannya dapat diperbaiki dengan pengerasan dan penemperan, sedangkan paduan yang tidak dapat diperlaku-panaskan kekuatannya hanya dapat diperbaiki dengan pengerjaan dingin. Pengerasan pada paduan aluminium yang dapat diperlaku-panaskan tidak karena adanya transformasi martensit seperti dalam baja karbon tetapi karena adanya pengendapan halus fasa kedua dalam butir kristal padua
Sifat umum dari beberapa jenis paduan:
1. Jenis Al – murni teknik (seri 1000): Memiliki kemurnian antara 99.0% dan 99.9% ,Tahan karat, Konduksi panas dan konduksi listrik , Memiliki kekuatan yang rendah. 2. Jenis paduan Al-Cu (seri 2000) : Tahan korosinya rendah : Sifat mampu lasnya kurang baik, sehingga banyak digunakan pada konstruksi keling, pesawat terbang. 3. Jenis Paduan Al-Mn (seri 3000): Tidak dapat diperlakukan panas sehingga penaikkan kekuatan hanya dapat diusahakan melalui pengerjaan dingin dalam proses pembuatannya, Tahan korosi , Sifat potong dan sifat mampu lasnya, Memiliki kekuatan yang tinggi. 4. Paduan jenis Al – Si (seri 4000) :Tidak dapat diperlakukan panas , Jika dalam keadaan cair mempunyai sifat mampu alir yang baik dan dalam proses pembekuannya tidak terjadi retak. 5. Paduan jenis Al-Mg (seri 5000) , Tidak dapat diperlakukan panas , Tahan korosi terutama korosi oleh air laut, Memiliki sifat mampu lasnya yang baik 6. Paduan jenis Al-Mg-Si (seri 6000) 7. Paduan jenis Al-Zn (seri 7000) Sifat Mampu Las : Dalam hal pengelasan paduan aluminium mempunyai sifat yang kurang baik bila dibandingkan dengan baja. Sifat-sifat yang kurang baik atau merugikan tersebut adalah: Karena panas jenis dan daya hantar panasnya tinggi maka sukar sekali untuk memanaskan dan mencairkan sebagian kecil saja, Paduan aluminium mudah teroksidasi dan membentuk oksida aluminium Al2O3 yang mempunyai titik cair yang tinggi, Karena mempunyai koefisien muai yang besar, maka mudah sekali terjadi deformasi sehingga paduan-paduan yang mempunyai sifat getas yang panas akan cenderung membentuk retak panas.
3. Pengelasan Tembaga (Cu) Dan Paduannya
a. Sifat dan Klasifikasi
Tembaga murni adalah logam yang mempunyai daya hantar listrik dan daya hantar panas yang tinggi serta mempunyai daya hantar korosi yang baik terhadap air laut, beberapa zat kimia dan bahan makanan. Paduan tembaga mempunyai daya hantar listrik dan daya hantar panas yang lebih rendah dari pada tembaga murni, tetapi kekuatannya lebih baik. Karena hal ini maka paduan tembaga banyak digunakan untuk bahan konstruksi. • Klasifikasi : Tembaga : Tembaga murni dibagi dalam tiga jenis yang didasarkan atas cara pemurniannya, yaitu : a. Tembaga tangguh, yang dibuat dengan mencairkan kembali tembaga hasil elektrolisa. b. Tembaga bebas oksigen, yang dibuat dengan mengoksidasi tembaga hasil elektrolisa. c. Tembaga bebas oksigen hantaran tinggi, yang dibuat dengan mencairkan tembaga hasil elektrolisa dalam atmosfir hidrogen. Paduan Tembaga : Sebagai unsur paduan dalam tembaga paduan digunakan Zn, Sn, Si, Al, Ni, dan lain-lainnya. Paduan Cu-Zn disebut bras, sedangkan paduan Cu-Sn disebut brons atau perunggu.
4. Pengelasan Pada Titanium (Ti) Dan Paduannya
a. Sifat dan Klasifikasi : Berat jenis titanium dan paduannya kira-kira 4,5 yang berarti 60% dari berat jenis baja. Karena kekuatan titanium hampir sama dengan kekuatan baja . Kekuatannya bisa bertahan pada temperatur 400oC. Klasifikasi o Titanium : Titanium dalam keadaan murni adalah logam yang lunak, tetapi bila dicampur dengan unsur seperti Ni, O dan C menjadi lebih kuat dan getas. paduan Titanium : Paduan titanium dikelompokan menjadi tiga jenis yang didasarkan pada struktur kristalnya, yaitu : o Paduan titanium α yang mempunyai struktur kristal heksagonal susunan padat (HCP) o Paduan titanium b dengan struktur kristal kubus pusat badan (BBC) dan paduan utektoid yang merupakan campuran antara a dan b.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar